Showing posts with label akuntansi. Show all posts
Showing posts with label akuntansi. Show all posts

Friday, May 15, 2015

Apa sih Unsur-unsur Laporan Keuangan ?

Informasi mengenai posisi keuangan suatu perusahaan dapat dilihat pada neraca sedangkan informasi mengenai kinerja perusahaan dapat dilihat pada laporan laba rugi. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan posisi keuangan maupun kinerja perusahaan perlu diketahui terlebih dahulu isi atau kandungan informasi apa saja yang ada pada kedua jenis laporan keuangan tersebut. Isi atau kandungan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan tersebut akan disusun berdasarkan kriteria tertentu sehingga membentuk kelompok kelompok. Setiap kelompok ini disebut dengan unsur unsur laporan keuangan. Setiap kelompok diberi istilah dan definisi. Istilah istilah ini merupakan bahasa bisnis atau jargon akuntansi. Misalnya dalam neraca terdapat tiga kelompok besar yaitu aset, kewajiban dan ekuitas. Sedangakn di dalam laporan laba rugi dikenal dua kelompok besar yaitu penghasilan dan beban.

Menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (IAI, 2004, hal.12-20) ditetapkan bahwa unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan ialah aset, kewajiban dan ekuitas. Unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi ialah penghasilan dan beban.

1. Aset

Aset ialah sumberdaya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Aset digolongkan menjadi aset lancar, aset tetap dan aset lainlain.

Aset lancar ialah kas dan aset lain yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi uang kas, dijual atau dikonsumsi baik dalam jangka waktu satu tahun atau dalam siklus operasi, mana yang lebih panjang. Aturan pada umumnya juga menyebutkan bahwa jika suatu aset dapt diubah menjadi kas atau digunakan untuk membayar kewajiban lancar dalam kangka waktu satu tahun atau siklus operasi, mana yang lebih panjang maka aset itu diklasifikasi sebagai lancar.

Aset tetap ialah aset dimiliki tidak untuk dijual kembali, digunakan untuk operasi perusahaan dan mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun atau siklus operasi normal. 

Aset lain-lain ialah aset yang tidak memenuhi sifat sebagai aset lancar dan aset tetap.

2. Kewajiban

Kewajiban merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul akibat dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. Kewajiban digolongkan menjadi kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang dan kewajiban lainlain.

Kewajiban jangka pendek atau kewajiban lancar ialah kewajiban yang diperkirakan dapat dilikuidasi atau dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau kurang baik melalui penggunaan aset lancar ataupun dengan penciptaan kewajiban lancar lain.

Kewajiban jangka panjang ialah kewajiban yang diperkirakan secara layak akan dilikuidasi atau dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Kewajiban lain lain ialah kewajiban yang tidak memenuhi sifat baik sebagai kewajiban jangka pendek ataupun sebagai kewajiban jangka panjang.

3. Ekuitas

Ekuitas ialah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas biasanya disebut juga dengan net assets (aset bersih). Untuk perusahaan perorangan ekuitas mencerminkan modal yang diinvestasikan oleh pemiliknya ke dalam perusahaan yang dia dirikan. Ekuitas untuk perusahaan persekutuan terdiri dari modal yang ditanamkan oleh sekutu sekutu yang mendirikan perusahaan. Modal perseroan terdiri dari saham saham yang dimiliki oleh investor perusahaan tersebut. Sedangkan untuk koperasi ekuitas terdiri dari simpanan anggota.

4. Penghasilan (income)

Penghasilan (income) ialah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Penghasilan (income) meliputi:

a. Pendapatan (revenue) timbul dari pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan antara lain penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, dividen, royalty dan sewa
b. Keuntungan (gains) timbul dan tidak timbul dari pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Keuntungan (gains) mencerminkan kenaikan manfaat ekonomi. Contoh pos yang timbul dalam penghasilan aset tak lancar akibat penilaian kembali atau pelepasan investasi.

5. Beban (expenses)

Beban (expenses) ialah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Beban mencakup:

a. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan biasa meliputi misalnya beban pokok penjualan, gaji, penyusutan. Beban ini berbentuk arus keluar atau berkurangnya aset seperti kas dan setara
kas, persediaan dan aset tetap.

b. Kerugian mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa. Contoh misalnya kerugian akibat kebakaran, bencana alam dan penurunan nilai aset


Saturday, March 14, 2015

APA SIH PERBEDAAN PERBEDAAN AUDITING DENGAN AKUNTANSI ?

Akuntansi ialah proses pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran kejadian-kejadian ekonomi dalam bentuk yang teratur dan logis dengan tujuan menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Fungsi akuntansi bagi badan usaha dan masyarakat adalah menyajikan informasi kuantitatif tertentu yang dapat digunakan oleh pimpinan entitas ekonomi maupun pihak lainnya untuk mengambil keputusan, Agar penyajian informasi tepat, maka seorang akuntan harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai prinsip-prinsip dan aturan-aturan dalam penysunan infomlasi akuntansi. Disamping itu, seorang akuntan harus dapat mengembangkan system yang dapat menjamin bahwa semua peristiwa ekonomi
yang terjadi dalam organisasinya dapat tercatat dengan mencukupi pada saat yang tepat dengan biaya yang pantas.

 di Dalam auditing data akuntansi, yang menjadi pokok ialah  menentukan apakah informasi yang tercatat telah menjadi cerminan yang  benar atas kejadian ekonomi pada periode akuntansi. Oleh karena kriterianya adalah aturan-aturan aku.nta.nsi, rnaka seorang auditor harus memahami aturan-aturan dimaksud dengan baik. Dalam audit laporan keuangan, aturan-al'|.u'an dimaksud adalah prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku urnum yaitu pemyataan-pernyataan standar akuntansi keuangan yang ditetapkan Iakatan Akuntan Indonesia (IAI).

Disamping itu pemahaman mengani akimtansi, auditor juga harus mcmiliki keahlian dalam menguumpulkan dan menafsirkan bahan bukti audit. Keahlian seperti itulah yang membedakan auditor dengan akuntan. Masalalvmasalah spesifik yang dihadapi auditor dalam melukakan audit adalah penentuan prosedur audit yang tepat, penentuan sample, penentuan pos-pos tertentu yang diperiksa, saat pengujian dan pengevaluasian hasilnya.

Wednesday, September 10, 2014

Pemahaman terhadap Laporan Kauangan

 Iaporan keuangan adalah hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari empat Iaporan dasar yaitu :

1.   neraca, menunjukkan posisi keuangan yang meliputi kekayaan, kewajiban serta modal pada waktu tertentu seperri 31 Desember 2006;
2.    Iaporan rugi laba, menyajikan hasil usaha perusahaan yang meliputi pendapatan dan biaya (beban) yang dikeluarkan sebagai akibat dari pencapaian tujuan dalam suatu periods tertentu sepem periode Januari sampai dengan Desember 2006;
3.    laporan perubahan modal/ laba ditahan, yang memuat tentang saldo awal dan akhir laba ditahan dalam Neraca untuk menunjukan suatu analisa perubahan bersarnya baba selama jangka waktu tertentu;
4.  Iaporan arus kas, memperlihatkan aliran kas selama periode tertentu, Serta memberikan informasi terhadap sumber-sumber kas serta penggunaan kas dari setiap kegiatan dalam periode yang dicakup. Di samping Iaporan keuangan tersebut, biasanya terdapat puia catatan atas laporan keuangan yang berguna untuk memberikan gambaran mengenai lkhtisar kebijakan akuntansi dalam periode pelaporannya. Selain itu, terdapat keterangan-keterangan (apabila ada) yang berhubungan dengan tersajinya Iaporan keuangan tersebut, antara lain :

1. kondisi dan faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi;
2. rencana peduasan produksi, penelitian dan pengembangan;
3. perubahamperubahan kebijakan akunfansi;
4. kebijakan-kebijakan keuangan (perrbelanjaan) perusahaan (pinjaman, saham baru);
5. kebijakan mengenai deviden;
6. komitmen dan konsistensi usaha;
7. proses hukum yang belum selesai.

Karena akuntansi berfungsi sebagai penyedia data untuk menyusun Iaporan keuangan, di mana data tersebut harus bersifat objektif dan informatif supaya fungsi-fungsi tersebut dapat dipenuhi maka diperlukan konsep-konsep akuntansi dalam pencatatan guna penyusunan laporan keuangan tersebut, yaitu

1, Konsep kesatuan usaha (business entity)
Konsep yang menyatakan bahwa pencatatan kegiatan perusahaan harus dipisahkan dari kegiatan pemiliknya.
2. Konsep kelangsungan hidup (going concern)
Perusahaan didirikan tidak untuk sementara waktu tetapi diharapkan akan berjaian terus sepanjang waktu.
3. Konsep harga pokok (cost)
Sehubungan dengan konsep kelangsungan hidup, maka data akuntansi akan dicatat menurut harga perolahannya (at cost) pada waktu terjadinya.
4. Konsep satuan pengukuran (unit of measurement)
Kegiatan mencatat, menggolongkan, meringkas dan menyajikan transaksi-transaksi pemsahaan dan hasil-hasilnya, dalam akuntansi digunakan satuan pengukuran uang.
5. Konsep sbabilnya nilai uang (stable monetary unit)
Fluktuasi nilai uang dianggap tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah-jumlah yang ditunjukan dalam Iaporan kondisi keuangan perusahaan.
6. Konsep perlode waktu (time period)
Karena aktivitas perusahaan berjalan sepanjang waktu maka proses penyajian kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan periu dipecah dalam periode-periode tertentu.
7. Konsep obyektilitas (objective evidence)
Untuk keperluan pencatatan akuntansi dibutuhkan dukungan bukti-  bukti transaksi yang bersifat objektif dan dapat diuji kebenarannya.
8. Konsep keterbukaan (disclosure)
Semua fakta-fakta perlu diungkap secara terbuka supaya Iaporan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan sedapat mungkin bersifat informatif dan memberi anti (tidak menyesatkan).
9. Konsep konsistensi (consistency)
Didalam akuntansi terdapat beberapa metode yang dapat dlpergunakan, misalnya dalam menilai persediaan, menafsir kerugian piutang tak tertagih, penyusutan aktiva tetap. Sekali suatu metode telah terpilih maka secaa konsisten harus diperlsahankan dari periode ke periode selanjutnya. Dengan demikian Iaporan keuangan dapat diperbandingkan diantara interval waktu tertentu. Hal ini tidak berarti bahwa akuntan mengabaikan sama sekali kemungkinan adanya perubahan. Apabila terjadi perubahan ke metode Iain, catatan kaki harus dibuat, dimana ditunjukan pengaruhnya akibat adanya perubahan metode tefsebut.
10. Konsep konservatisme (conservatism)
Umunya diartikan sebagai pencatatan aktiva milik perusahaan dengan harga yang Iebih rendah dari pada harga perolehannya (cost) atau mencatat hutang lebih tinggi (over-staled). Seiain prinsip ini mengakui kemungkinan rugi yang akan terjadi tetapi tidak mengantisipasikan Iaba yang belum direalisir (tidak diakui sebagai pendapatan periode itu).
11. Konsep realisasi (realization)
Penghasiian (revenue) direaiisir apabila penjualan telah dilakukan atau apabiia suatu jasa telah dilakukan.
12. Konsep perbandingan hasil-biaya (matching principle revenue & cost)
Pendapatan bersih diperoleh dengan memhandingkan antara penghasilan (revenue) dan pengeiuaran (cost) dalam periode waktu tertentu. Dalam akuntansi perbandingan initidak selaiu dapat dilakukan dengan tepat karena penggunaan “accrual basis" dalam perhitungan rugi Iaba. Pendapatan bersih tidak seiaiu identik dengan uang tunai (Cash basis). Dengan adanya konsep ini pengeluaran dapat dibedakan menjadi pengeluaran modal (capital expenditure) dan pengeluaran penghasilan (revenue expenditure), deinikian juga penerimaan (capital receipt dan revenue receipt). 

Keterbatasan-keterbatasan daiam Iaporan keuangan dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.    Laporan historis, pada prinsipnya iaporan keuangan bukanlah merupakan Iaporan Hnal karena Iaba rugi yang sebenarnya (riil) hanya dapat ditentukan apabila perusahaan dijuai atau dilikuidasi.
2.   Laporan keuangan dlsusun atas dasar periode waktu tertentu. Periode satu tahun (dua belas bulan) dianggap sebagai periode akuniansi baku. Alokasi pendapatan dan beban sepanjang periode itu dipengaruhi pula adanya pertimbangan pribadi /subyektif (contoh: metode penilaian persediaan, penyusutan, depiesi,di|). Transaksi-transaksi pendapatan dan biaya yang terjadi terus menerus akan disusupi Iaporan keuangan setiap tahunnya, jadi jeias bahwa Iaporan keuangan itu tidak bersifat pasti dan tidak dapat diukur secara mutlak karena akibat adanya contingent assets and Iiabiliries, dan deferred maintenance.
3.     Berdasarkan harga perolehan, Iaporan keuangan mencerminkan transaksi- transaksi dari waktu ke waktu, selama jangka waktu tersebut kemungkinan besar nilai rupiah sudah menurun (sebagai dampak dari intiasi). Sebagai contoh aktiva tetap yang dibeli pada tahun1980 sekarang sudah 3 kaii Iipat Iebih iinggi maka mengakibatkan biaya penyusutan menjadi kecil bila dibandingkan dengan tingkat penyusutan berdasarkan replacement cost basis. Begitu pula dengan kenaikan penjualan dalam rupiah, belum tentu diikuti juga dengan kenaikan satuan unit barang yang terjual. Untuk menghindari hal - hal yang menyesatkan, hasil perbandingan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Di setiap Negara, Iaporan keuangan disajikan dalam jumiah mata uang yang nampaknya pasti (contoh: di Indonesia menggunakan satuan rupiah), sebenarnya jumiah rupiah dapat saja berbeda jika dipergunakan standar yang Iain. Dan jika perusahaan tersebut dilikuidasi jumlah rupiah akan sangat berbeda, aktiva tetap dinilai berdasarkan nilai buku (histnris) maka jumiah yang seharusnya tidak mencerminkan nilai penjualan aktiva tenap tersebut, begim pula yang terjadi dengan aktiva tidak berwujud (hak paten, biaya organisasi, dll).

4.  Fakta kuantitativ Iaporan keuangan tidak memberikan gambaran yang menyeluruh terhadap kondisi perusahaan dan tidak rnencerminkan semua faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan dan hasil usaha karena tidak dapat diukur dalam satuan nilai uang.





Sunday, August 31, 2014

LAPORAN RUGI LABA

Di samping ingin mengetahui posisi keuangan perusahaannya, para pihak pengeiola/pemilik perusahaan tentunya juga ingin mengetahui jumlah keuntungan yang diperoiehnya seiama masa tertentu. Oieh karena itu, dibuatiah sebuah Iaporan rugi/Iaba. Dalam Iiteratur akuntansi, iapomn rugi/Iaba ditumnkan dari istilah prom and lost statement, opemtiuns statement abau income statement. Jadi Laporan Rugi/Laba adalah iaporan ringkas tanting jenis dan jumlah pendapatan atau basil penjualan yang diperoleh perusahaan selama periods tertentu, biaya selama masa itu dan keuntungan atau kerugian yang diderita selama periode tersebut (misalnya= satu bulan, per kuartal, per tahun, dsb).

unsur Penting dari Laporan Rugi/Laba

Laporan rugi Iaba terdiri dari penghasilan utama (operating revenue/ sales), harga pokok penjualan (cost of goods sold), biaya usaha (operating expenses), penghasilan atau biaya di Iuar operasi pokok (other income and expenses atau nonoperating) dan pos-pos insidentel atau pos luar biasa (extraordinary items).

Penghasilan utama (Revenue)

Penghasilan utama dari perusahaan dagang, jasa atau industri adalah berupa hasil penjualan barang atau jasa kepada pembeli atau hasil produksi perusahaan.

harga pokok penjualan (cost of goods Sold)

Perkiraan ini terdapat pada perusahaan dagang, yaitu harga pokok barang dagangan yang dibeli dan kemudian berhasil dijual selama satu periode akuntansi, Untuk perusahaan industri harga pokok penjualan meliputi ongkos - ongkos dasar bahan baku, tenaga kerja dan ongkos pabrik yang telah dikeluarkan dalarn proses pembuaban barang yang kemudian Derhasil dljual selama satu periode akuntansi.

Biaya usaha ( operating Expenses)

Biaya yang timbul sehubungan dengan penjualan atau pemasaran barang dan jasa serta biaya yang timbul sebagai akibat dari fungsi administrasi dan umum dari perusahaan yang bersangkutan. Biaya usaha ini umumnya dibagi 2, yaitu:

» Biaya Penjualan / Pemasaran (selling expenses)

» Biaya Umum dan Administrasi (General and Administration expenses)

Penghasilan dan biaya diluar opefasi pokok (Other Income and Expenses)

Biaya atau penghasilan yang tidak ada hubunganannya dengan operasi ubama perusahaan abau tidak bersifat berkelanjutan.

Bentuk-Bentuk Penyusunan Laparan Rugi Laba

Dam laporan rugi Iaba dapat disajikan dalam bentuk rekening (account form) atau dalam bentuk Iaporan (report form). Dalam Iaporan bentuk rekening biaya-biaya abau kerugian ditempatkan disebelah kiri sedangkan penghasilan-penghasilan ditempartkan di sebelah kanan sedangkan saldonya menunjukan Iaba abau rugi. Ada Z bentuk Iapomn data penghasilaan dan biaya yang disusun secara vertikal dan secam umum digunaken, yaitu

a.       bentuk Iaporan Iangkah berganda (multiple step), terdapat beberapa tahap yang diikuti sebelum memperoleh angka besarnya pendapatan bersih;

b.      bentuk laporan Iangkah tunggal (single step), semua penghasilan darimana pun sumbernya dijumlahkan menjadi satu kemudian dikumngkan dengan harga pokok penjualan dan semua biaya yang terjadi selama periode tersebut,

          

 Klasifikasl-Klasiflkasi dalam Laporan Rugi Laba

Seperti sudah dijelaskan di abas bahwa isi dari Laporan Rugi Laba terdiri dari beberapa pos, yaitu penghasilan, harga pokok, biaya usaha serta pos-pos penghasilan atau biaya Iainnya. Oleh karena itu, pengklasitikasian dapat dilakukan sebagai berikut:

Dalam penyusunan Laporan Rugi Laba, umumnya harus mengikuti aturan sebagai herikut:

1. disebutkan judul yang terdiri dari mama perusahaan, nama Iaporan dan periode waktu;

2, perlu diungkapkan sumber penghasilan dan bermaoam-macam ongkos dan biaya yang timbul sehubungan dengan usaha pokok (utama) perusahaan;

3. di perlihatkan secara khusus besarnya pajak perseroan;

4. pos-pos insidental dan penyesuaian periode sebelumnya harus ditunjukan secara terpisah.